Menurut Kantor Berita ABNA, Zarif hari Minggu (1/11/2020) menilai konflik di wilayah Nagorno-Karabakh menyulut ketidakamanan yang disebabkan oleh kehadiran teroris, terutama sisa-sisa milisi teroris Daesh.
"Iran telah memberi tahu pejabat Republik Azerbaijan, Armenia, Rusia, dan Turki tentang pemindahan dan kehadiran kelompok teroris di Nagorno-Karabakh. Republik Islam Iran tidak akan mentolerir masalah tersebut," ujar Menlu Iran.
Menteri luar negeri Iran mengungkapkan bahwa para teroris ini tidak hadir di perbatasan Iran saat ini, tetapi besar kemungkinan mereka berusaha mendekat ke daerah perbatasan.
Menyinggung prakarsa Republik Islam Iran untuk membangun perdamaian di Nagorno-Karabakh, Zarif mengatakan bahwa prakarsa damai Iran bukan hanya gencatan senjata sementara, tetapi mengambil langkah untuk menyelesaikan konflik berdasarkan kerangka kerja yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Gelombang baru bentrokan bersenjata antara Republik Azerbaijan dan Armenia kembali pecah pada 27 September 2020, yang menewaskan dan melukai sejumlah pasukan dari kedua belah pihak. (PH)
342/